“Sebenarnya minat menyaksikan film, saya rasa masih ada karena untuk menghindari kejenuhan. otomatis banyak masyarakat mengakses hiburan melalui film,” katanya.
Deria juga menyampaikan permintaan agar pemerintah melalui kementerian terkait, menciptakan platform streaming film dalam negeri yang bersaing dengan platform streaming film luar negeri.
“Salah satunya membuat platform khusus untuk streaming film. Kemenparekraf bisa berkolaborasi dengan Kominfo untuk membuat platform film nasional ditopang BUMN,” tuturnya.
Hal itu dipandang penting mengingat pembukaan bioskop di sejumlah daerah masih wacana. Padahal salah satu pendapatan terbesar dari para aktor, aktris, dan insan perfilman, didapat dari hasil pemutaran film di bioskop.
“Tentunya dengan paket-paket yang represenatif, harganya kompetitif, terjangkau oleh masyarakat. Sehingga bisa mengakses hiburan melalui smartphone atau melalui layar kaca,” ucapnya.