Hal ini membuat pangan yang semula menjadi kebutuhan harian bagi konsumen yang bisa dibeli sewaktu-waktu berubah menjadi kebutuhan bulanan yang harus dicadangkan di rumah selama masa darurat yang waktunya diperpanjang sampai akhir bulan Mei mendatang.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya panic buying ini. Pemerintah telah mengambil tindakan untuk mengamankan pasokan pangan, mengelola cadangan pangan, dan memperlancar distribusi ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan pangan. Tentu, hal ini diharapkan dapat menekan adanya panic buying.
Apabila terjadi kelangkaan bahan pangan pokok seperti beras, maka bisa beralih ke kelompok biji-bijian dan umbi-umbian.
“Banyak jenisnya baik dari kelompok biji-bijian maupun umbi-umbian. Edukasi tentang diversifikasi pangan pokok selain beras waktunya untuk diimplementasikan oleh masyarakat,” ujar Sri.