Stok Menipis akibat Virus Corona, Pakar UNS Sarankan Diversifikasi Pangan

Nani Suherni
Stok pangan di Indonesia diprediksi menipis akibat tidak lancarnya pengiriman karena virus corona. (Foto: Antara)

Hal ini membuat pangan yang semula menjadi kebutuhan harian bagi konsumen yang bisa dibeli sewaktu-waktu berubah menjadi kebutuhan bulanan yang harus dicadangkan di rumah selama masa darurat yang waktunya diperpanjang sampai akhir bulan Mei mendatang.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya panic buying ini. Pemerintah telah mengambil tindakan untuk mengamankan pasokan pangan, mengelola cadangan pangan, dan memperlancar distribusi ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan pangan. Tentu, hal ini diharapkan dapat menekan adanya panic buying.

Apabila terjadi kelangkaan bahan pangan pokok seperti beras, maka bisa beralih ke kelompok biji-bijian dan umbi-umbian.

“Banyak jenisnya baik dari kelompok biji-bijian maupun umbi-umbian. Edukasi tentang diversifikasi pangan pokok selain beras waktunya untuk diimplementasikan oleh masyarakat,” ujar Sri.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cegah Penimbunan Sembako, Tim Gabungan Pantau Stok Pangan di Pasar Toboali

57 tahun lalu

Gubernur Gorontalo Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Terkendali selama Ramadhan

57 tahun lalu

Wujudkan Zona Hijau, Babel Terus Sosialisasikan Prokes Covid-19

57 tahun lalu

Lulus Cumlaude, Wantimpres Henry Indraguna Raih Gelar Doktor di UNS Solo

57 tahun lalu

Pantau Stok Pangan dan Stablitas Harga, Polres Gorontalo Utara Datangi Pasar Tradisional 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal