KENDAL, iNews.id – Pedagang di pasar tradisionalKabupaten Kendal bertahan menjual minyak goreng kemasan dengan harga Rp20.000 per liter. Mereka tidak mau merugi dengan menjual harga sesuai ketentuan pemerintah.
Para pedagang belum bersedia mengikuti kebijakan satu harga yang ditetapkan pemerintah karena stok lama masih banyak. Pedagang bersedia menurunkan harga jika mendapatkan subsidi atas stok minyak goreng yang masih tersisa.
Selain itu, harga minyak goreng curah kemasan juga belum mengalami penurunan, dan masih dibanderol Rp20.000 per kilogram. Pedagang menilai kebijakan satu harga oleh pemerintah belum bisa diterapkan di pasar tradisional.
Pedagang belum bisa menjual minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 rupiah, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000.
“Selain masih banyak stok lama, kami belum mendapatkan subsidi. Harga beli pedagang masih cukup tinggi di atas batas harga yang sudah ditentukan,” kata Nasiroh, pedagang Pasar Kendal, Sabtu (5/2/2022).