Permukiman ini diharapkan akan dikembangkan secara bertahap dimulai dengan komunitas kecil. Seorang pengunjung asal Wonosobo, Heni (23) mengatakan, mengunjungi Situs Liyangan karena ingin tahu tentang adanya permukiman yang kabarnya pernah hilang.
"Hanya baca di media, tetapi belum pernah ke sini langsung, datang bersama adik," kata Heni. Dia mengatakan, mengunjungi Liyangan untuk pertama kali sudah cukup menjawab rasa penasarannya selama ini.
Dia berharap, ke depannya, kelanjutan peninggalan Situs Liyangan bisa dilanjutkan sehingga peradaban yang hilang bisa kembali ditemukan.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Liyangan dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta Sugeng Riyanto, mengungkapkan, perjalanan untuk mengungkap sejarah dari situs Liyangan memang masih panjang.
"Jika sudah terbuka tuntas, Situs Liyangan menjadi bukti penting akan peradaban hindu kuno di wilayah Jawa Tengah," ujarnya.