Menurutnya, hilangnya permukiman di kawasan tersebut terjadi akibat erupsi besar Gunung Sindoro, karena bisa dilihat jumlah batuan sisa letusan masih bisa ditemukan di kawasan situs.
Apalagi, kata dia, situs Liyangan awalnya ditemukan oleh seorang penambang pasir di kawasan itu pada 2008.
"Kala itu yang ditemukan ada potongan gabah, struktur bangunan, lingga yoni, tembok yang terkubur," katanya dikutip dari iNewsTemanggung, Sabtu (5/8).
Para penambang pasir yang menemukan benda-benda tersebut melaporkannya ke dinas setempat dan tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta melacaknya.
"Dari hasil penelitian, dia menyimpulkan permukiman di situs Liyangan telah berkembang dalam kurun waktu tiga hingga empat abad," kata Rendra.