Demikian pula pada bahasa Jawa halus juga dibagi menjadi dua, yakni krama inggil dan krama lugu/madya atau bahasa krama yang agak sedikit kasar. Untuk membedakan keduanya, bisa disimak dari subjek (jejer) untuk kata ganti orang dan wasesa (kata kerja) yang digunakan.
2. Konteks Penggunaannya
Perbedaan bahasa Jawa kasar dan halus, bahasa Jawa kasar biasa dipakai untuk berkomunikasi dengan sederajat atau usianya lebih muda. Hal itu untuk memberikan kesan akrab. Sedangkan bahasa Jawa halus dipakai kepada orang yang lebih tinggi posisinya atau lebih tua umurnya dari kita. Termasuk untuk orang yang dihormati.
Bahasa Jawa merupakan bahasa yang paling banyak penutur atau pengguna di Indonesia. Bahasa Jawa juga banyak dituturkan di luar negeri, seperti Belanda, Malaysia, dan Singapura.
Bahasa Jawa memiliki logat atau dialektika beragam. Selain itu juga levelisasi, artinya bahasa Jawa memiliki tingkatan dalam menggunakan kosakata yang menunjukan penghormatan kepada lawan bicara.
Bahasa Jawa kaya turunan kata. Contohnya padi dapat diturunkan menjadi beberapa kata. Jika padi telah dipanen menjadi pari, jika telah dikupas kulitnya menjadi beras. Sedangkan apabila telah menjadi nasi namanya menjadi sego.