SOLO, iNews.id -Perbedaan bahasa Jawa kasar dan halus menarik untuk disimak. Dalam bahasa Jawa, terdapat tingkatan bahasa yang digunakan.
Bahasa Jawa memiliki ciri khas tersendiri. Terdapat tingkatan bahasa yang digunakan untuk membedakan kelas sosial seseorang dalam masyarakat, seperti umur, jabatan atau orang yang dihormati.
Deretan Warung Tengkleng Enak di Solo, Nomor 7 Langganan Pak Harto dan Jokowi
Bahasa Jawa antara lain digunakan di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Karena perbedaan letak geografis, terdapat beragam dialek atau logat yang muncul dalam bahasa Jawa. Ada dua tingkatan dalam bahasa Jawa, yakni basa ngoko (bahasa kasar) dan basa krama (bahasa halus).
Bahasa Jawa kasar biasa digunakan di daerah Jawa Timur, daerah Jawa pantai utara dan pantai selatan. Sedangkan bahasa Jawa di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta lebih halus. Berikut perbedaan bahasa Jawa kasar dan halus:
Potret 7 Daerah Terkaya di Jawa Tengah, Nomor 6 Jadi Pusat Perikanan Laut
1. Tata Bahasa
Perbedaan bahasa Jawa kasar dan halus yang pertama adalah pada tata bahasanya. Untuk bahasa Jawa kasar dibagi menjadi dua, yakni yaitu ngoko lugu dan ngoko alus. Ngoko lugu dikenal dengan ngoko yang sangat kasar. Perbedaan keduanya terletak pada subjek (jejer) untuk kata ganti orang dan kata kerja (wasesa) pada ngoko lugu.