Serangan Ribuan Lalat ke Permukiman Resahkan Warga di Purworejo

Joe Hartoyo
Warga membersihkan rumah dari ribuan bangkai lalat mati di Desa Kesidan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (27/3/2018). Serangan ribuan lalat mulai mengganggu aktivitas warga dan berdampak buruk bagi kesehatan. (Foto: iNews/

PURWOREJO, iNews.id - Masyarakat yang bermukim di Desa Kesidan Dan Warga Desa Malang, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, beberapa hari belakangan ini dilanda keresahan. Mereka terganggu akibat ribuan lalat yang menyerbu permukiman warga setempat. Tidak sedikit warga yang mengalami mual-mual dan pusing akibat serangan ribuan lalat ini.

Sudah seminggu terakir ini, rumah warga dipenuhi ribuan lalat. Kedatangan lalat-lalat itu diduga akibat keberadaan sejumlah kandang ternak ayam di sekitar permukiman warga. Pasalnya, setiap kali menjelang panen ayam, rumah-rumah warga acap kali diserbu lalat. “Ya resahlah banyak lalat. Mau makan sulit, tidur siang juga sulit karena banyak lalat,” ucap Nganti, salah seorang warga Desa Kesidan saat ditemui di rumahnya, Selasa (27/3/2018) siang.

Menurut pengakuan Nganti, serbuan lalat seperti ini bukan berlangsung kali ini saja, namun sudah sejak empat tahun terakir. Tepat saat peternakan ayam mulai ada di daerah mereka. “Dulu-dulu itu tidak ada. Sejak ada peternakan itu baru sering ada lalat. Sudah lama keadaan seperti ini. Mungkin sekitar empat tahun,” katanya.

Berbagai cara mereka lakukan untuk mengusir lalat tersebut. Misalnya menggunakan alat semprot dan lem lalat. Namun hal itu masih tidak membuahkan hasil sedikitpun. Bahkan dampak dari lalat tersebuk kini mulai dirasakan warga. Anak-anak mereka sering mengeluh pusing dan mual-mual.

Serbuan ribuan lalat ke permukiman warga di dua desa mulai mengganggu aktivitas warga dan berakibat pada kesehatan. (Foto: iNews/Joe Hartoyo)


Sejumlah warga pun telah berinisiatif untuk menggalang dukungan warga lain untuk menolak keberadaan kandang ayam di lokasi tersebut. Mereka pun telah melaporkan hal tersebut ke dinas terkait. “Harapannya ya bagaimana supaya lalatnya tidak ada lagi di sini,” kata Ngatini.

Kepala Desa Kasidan, Marsudi, mengatakan, pihaknya telah memanggil para pengusaha kandang untuk mencari solusi terbaik buat permasalahan lalat tersebut. “Mereka mengaku siap untuk melakukan proses tindak lanjut untuk mencegah pengembangbiakan lalat di kandang ternak mereka. Namun pada kenyattannya sampai saat ini hasilnya masih sama sekali belum ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo, Bambang Setyawan berjanji akan segera mengecek keberadaan kandang ternak ayam di yang menjadi permasalahan di wilayah tersebut.

“Terkait keberadaan kandang ternak ayam tersebut, kami  akan turun ke lapangan melakukan cross check atas laporan warga, yang diduga menjadi pemicu ribuan lalat menyerang permukiman warga tersebut. Agar masalah lalat bisa diselesaikan,” ucapnya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejari Lombok Tengah Tahan 4 Tersangka Korupsi Pengadaan Truk Sampah Rp5,1 Miliar

57 tahun lalu

Sampah Berserakan Usai Konvoi Kemenangan Persib Bandung, Botol hingga Sisa Mercon

57 tahun lalu

Polda Jateng Tetapkan 6 Tersangka Korupsi BPR Purworejo, Kerugian Negara Rp41,3 Miliar

57 tahun lalu

Babak Baru Kasus Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo, 3 Tersangka Ditahan

57 tahun lalu

Tepergok Buang Sampah Sembarangan, Pengendara Mobil Cekcok dengan Warga di Labuhanbatu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal