Namun, dia terus berupaya untuk kesembuhan. Komunikasi dengan keluarga hanya bisa dilakukan lewat media sosial.
Diakuinya selama masa karantina, rajin mengonsumsi sari tebu produk olahan petani di Kudus. Selain itu, ia diberi makanan, buah-buahan, sampai air zam-zam oleh petugas karantina.
"Kalau saya mantapnya usaha karena minum sari tebu dari Kudus. Itu karena resep dari adik saya. Selain itu air zam-zam. Tubuh saya terasa segar. Sari tebu saya minum tiga kali sehari, kalau air zam-zam dua kali," ucapnya.
Dia menjalani karantina hanya selama delapan hari, setelah dilakukan tes ulang sudah dinyatakan negatif.
"Hanya delapan hari saya dikarantina. Setelah dites sudah negatif," ucapnya.
Muhyiddin tidak tahu persis tertular dari siapa dan di mana. Dugaannya, karena sempat menerima banyak tamu untuk audiensi di ruangannya yang relatif terbatas. Selain itu, dia suka berbelanja di minimarket.