“Artinya SMP tidak mengacu pada nomor urut absen, tetapi kelas. Kelas tujuh masuk di minggu pertama, kelas delapan masuk minggu kedua, sedangkan kelas sembilan di minggu berikutnya,” tuturnya.
Berkenaan dengan hal itu, Was’ari tidak memaksa jika para orang tua murid tidak mengizinkan anaknya masuk sekolah dan pembelajaran masih dapat dilakukan melalui daring atau jarak jauh.
“Jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya, maka kami tidak pernah memaksa. Karena itu hak orang tua, sehingga segala tugas maupun pembelajaran dilakukan secara daring,” kata.
Demikian juga untuk siswa yang kurang sehat atau memiliki penyakit disarankan untuk istirahat di rumah.
“Sebagai bentuk kehati-hatian, kami juga membatasi suhu badan siswa. Jika pada pintu masuk terdapat siswa dengan suhu di atas 36,5 derajat Celcius, kami sarankan istirahat di rumah,” ujar Was’ari.