Sejarah Kesultanan Surakarta, Jejak Perjalanan Dinasti Mataram

Tim iNews.id
Sejarah Kesultanan Surakarta, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kota Solo. Foto: dok.

Alasan keempat, Sala telah menjadi desa sehingga untuk mendirikan keraton tidak diperlukan tenaga untuk pembabat hutan yang didatangkan dari tempat lain. Selain Semanggi, di dekat Sala juga terdapat desa-desa penting yang telah ada sejak zaman Kartasura, yaitu Baturana dan Gabudan. Keduanya ditempati abdi dalem pembuat babud (permadani). 

Alasan kelima, supaya kebijakan VOC yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan dengan mudah, agar pusat kota Mataram yang baru mudah dicapai dari Semarang dan harus dijaga, sehingga pemerintah mudah mengirim bala bantuannya karena Semarang dikenal sebagai jalan masuk menuju Mataram. 

Keenam, orang Jawa percaya bahwa keadaan tanah berpengaruh pada penghuni rumah yang didirikan di atas tanah itu. Tanah di Desa Sala dianggap layak, sehingga dibangun keraton di wilayah ini.

Sejarah Kesultanan Surakarta, Pada tahun 1744 Pakubuwono II membangun pusat pemerintahan baru di Desa Sala (Solo) dekat Sungai Bengawan Solo. Daerah ini kemudian dikenal juga dengan nama Surakarta. Dibangunnya istana di Surakarta menandai berdirinya Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pemerintahan Pakubuwono II sebagai penguasa pertama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo), masih diwarnai polemik internal antara sesama trah Mataram. 

Saudara tiri Pakubuwono II, yakni Pangeran Mangkubumi menuntut tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sementara, Pakubuwono II menunjuk putranya, Raden Mas Suryadi sebagai putra mahkota. Pangeran Mangkubumi tidak menerima keputusan itu, sehingga pada tahun 1746 ia meninggalkan istana dan mendirikan pemerintahan tandingan di Yogyakarta. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Mengulik Masa Kejayaan Bojonegoro di Balik Polsek Padangan Gedung Bergaya Kolonial

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

Melayat Raja Solo PB XIII, Sri Sultan Doakan Regenerasi Berjalan dengan Baik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal