Pada 929 Masehi, terjadi pemindahan ibu kota oleh Mpu Sindok dari Jawa Tengah menuju ke Jawa Timur yang diperkirakan antara Gunung Semeru dan Gunung Wilis. Kerajaan ini kemudian dinamakan Medang dengan Mpu Sindok sebagai raja pertamanya pada Dinasti Isyana.
Kerajaan Mataram Kuno sudah berdiri dan berkuasa pada kurun waktu cukup lama. Bahkan, Mataram Kuno dipimpin oleh tiga dinasti yang berbeda-beda.
Selain itu, kerajaan ini juga memiliki catatan atas pemindahan ibu kota kerajaan yang awalnya di Jawa Tengah pindah ke Jawa Timur. Raja-raja yang memimpin dari kedua kerajaan sebagai berikut ini.
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya (732-760 M)
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760-780 M)
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan/ Dharmatungga (780-800 M)
4. Sri Maharaja Rakai Warak/ Indra (Syailendra) (800-820 M)
5. Sri Maharaja Rakai Garung/ Samaratungga (820-840 M)
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan dan Maharatu Pramodawardhani (840-856 M)
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi alias Dyah Lokapala (856-882 M)
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882-899 M)
9. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung (898-915 M)
10. Raja Daksa (915-919 M)
11. Raja Tulodong (919-924 M)
12. Raja Sumba Dyah Wawa (924 M)
- Rakai Hino Sri Isana alias Mpu Sindok (929-947 M)
- Sri Lokapala dan Ratu Sri Isanatunggawijaya (947 M)
- Makutawangsawardhana (hingga 985 M)
- Dharmawangsa Teguh (985-1007 M)
Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan banyak peninggalannya berupa prasasti, candi, seni, sastra dan budaya. Prasasti-prasasti yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan sumber utama informasi tentang sejarah kerajaan ini. Beberapa prasasti penting antara lain sebagai berikut.
- Prasasti Canggal
- Prasasti Kalasan
- Prasasti Balitung
- Prasasti Kelurak
- Prasasti Mantyasih
- Prasasti Turyyan Mila
Kemudian dibangun candi-candi oleh Kerajaan Mataram Kuno, yaitu sebagai karya arsitektur yang mengagumkan. Candi-candi ini memiliki nilai sejarah, religius, estetis dan artistik yang tinggi. Beberapa candi terkenal antara lain seperti.