Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Dahulu Letaknya Dikelilingi Gunung dan Sungai
Kemudian Raja Sanjaya wafat pada pertengahan abad ke-8 M dan digantikan oleh Rakai Panangkaran yaitu putranya sendiri. Setelah wafatnya Rakai Panangkaran terjadilah perpecahan di Mataram Kuno yang membagi Kerajaan Mataram Kuno menjadi dua bagian, yakni Mataram Kuno bercorak Hindu yang terletak di Jawa Tengah bagian utara, sedangkan Mataram Kuno bercorak Budha terletak di Jawa Tengah bagian selatan.
Pada akhir abad ke-8, di bawah pemerintahan Sri Dharmatungga wilayah Kerajaan Mataram Kuno di bawah Dinasti Syailendra mencapai masa kejayaannya dengan luas wilayah hingga mencapai Semenanjung Malaya.
Selain itu pada bidang politik, ilmu pengetahuan, budaya, kesenian dan sosial mencapai kemajuan yang sangat pesat. Setiap pergantian raja, Kerajaan Mataram Kuno semakin bekembang kemajuannya.
Ketika Sri Dharmatungga digantikan oleh Indra (Syailendra) yang berhasil menaklukkan Chenla (Kamboja). Pada saat dipimpin Samaratungga, ilmu seni di Kerajaan Mataram Kuno mengalami kemajuan pesat dan ditandai oleh dibangunnya Candi Borobudur.
Dinasti Sanjaya dan Syailendra baru dapat disatukan ketika terjadi pernikahan antara Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dan Pramodhawardhani dari Dinasti Syailendra.