Operasi penumpasan DI/TII yang dinamakan Gerakan Banteng Nasional (GBN), yang komando operasinya bermarkas di Slawi, Tegal, Jawa Tengah, ini berhasil dengan gemilang. Batalion ini juga menjadi cikal bakal berdirinya Kopassus
Pada tanggal 21 Mei 1952, berkat kreasi baru dari Letkol Ahmad Yani yang merupakan eksperimen dari dua kompi bergerak secara kesatuan kecil dalam melaksanakan operasi-operasi membawa suatu keuntungan dalam bertempur.
Sedangkan 2 kompi tersebut merupakan satuan terpilih dari: kompi Banteng Raiders-1 dipimpin oleh Kapten Pujadi, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 401/Rajawali pimpinan Kapten Oemarsaid.
Kompi Banteng Raiders-II dipimpin oleh Kapten Hadibroto, merupakan anggota pilihan dari Batalyon 402/Banteng Loreng pimpinan Mayor Soerono.
Kedua kompi tersebut dilatih dalam Battle Training Centre ( BTC ) Bandungan Sumowono, selama 6 minggu ( Dasar Skep Pang Terr No. 32/b-4/D III/1952). Karena keberhasilan 2 kompi dalam melaksanakan Operasi Raid. Kemudian berdasarkan Skep Pangter Nomor 56/B-4/TT IV/1952 tanggal 2 Agustus 1952, pasukan ini ditambah 2 Kompi yang merupakan prajurit pilihan yaitu: