"Skenarionya, tempat tidur isolasi akan ditambah sampai 9.800. Sementara untuk ICU, akan ditambah sampai 607 tempat tidur. Kami kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk bertugas di sana," ujarnya.
Ganjar mengatakan di Jateng memiliki 5.939 tempat tidur isolasi di rumah sakit dan sudah ditambah menjadi 6.618 sampai 5 Desember 2020. Selain itu, total ICU juga bertambah, dari 438 menjadi 458 tempat tidur.
"Selain penambahan di rumah sakit, kami juga akan optimalkan tempat-tempat isolasi terpusat seperti gedung BPSDM, hotel-hotel dan asrama haji Donohudan. BPSDM sudah dipakai, asrama haji Donohudan juga sudah siap," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo juga membantah bahwa rumah sakit di Jateng kewalahan menampung pasien Covid-19. Dia mengatakan bahwa rumah sakit di Jateng masih aman. "Memang ada satu atau dua rumah sakit yang penuh, tapi masih banyak rumah sakit yang kalau kita lihat datanya, masih cukup," ujarnya.
Memang secara keseluruhan, rumah sakit di Jateng lanjut dia harus melakukan penambahan tempat tidur isolasi dan ICU. Dan hal itu sudah dilakukan, dimana dalam sebulan terakhir, sudah ada penambahan 72% tempat isolasi.
"Penambahannya sudah banyak, dan sekarang masih kami tambah terus. Paling tidak, sampai akhir tahun, Jateng punya 7500 san tempat tidur isolasi," ujarnya. Untuk rumah sakit yang sudah penuh, ia mewajibkan agar melakukan penambahan tempat tidur isolasi maupun ICU. Dan itu saat ini sudah dilakukan.
"Sambil kami akan mengoptimalisasi tempat isolasi terpusat yang ada di Jateng. Sebenarnya banyak sekali tempat isolasi yang bisa dioptimalkan, misalnya Donohudan dan lainnya. Nanti kami dorong untuk tempat-tempat itu digunakan menampung isolasi pasien OTG," katanya.