Remaja Rentan Jadi Sasaran Propaganda Radikalisme, Toleransi di Fase Ini Penting

Eka Setiawan
Dialog Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama Kota Semarang bekerja sama dengan Badan Kesbangpol setempat, Selasa (20/6/2023). Foto: MNC Portal/Eka Setiawan.

“Di tengah-tengah kajian itu, ada seorang mahasiswa (kuliah di Semarang) masuk ke kami, memberikan paradigma atau pemahaman Islam yang baru. Saya ketika itu berdelapan, saya paling kecil masih SMP lainnya sudah SMA,” kata Hadi Masykur yang tinggal di Kabupaten Semarang.

Kemudian, mahasiswa itu yang kemudian mengantarkannya ke jejaring yang lebih luas, sehingga akhirnya Hadi Masykur tergabung dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI), kelompok yang sudah dilarang di Indonesia.

“Penafsiran (saat itu) yang menyebabkan kami harus menebus apa yang sudah kami lakukan. Tahun 2020 saya ditangkap Densus 88,” ucapnya. 

Titik baliknya, dia selalu memikirkan keluarga, terutama ibunya. Dia merasa belum bisa membahagiakan mereka. Selain itu juga ada refleksi pemahaman masa lalunya memang keliru, salah satunya menanggap penafsiran sendiri yang paling benar. 

Hal-hal itulah yang akhirnya membuat Hadi Masykur meninggalkan pemahaman dan kelompok lamanya.  

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
4 hari lalu

Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa

18 hari lalu

Ledakan Mesin di Pabrik Herbal Semarang, 1 Pekerja Tewas 7 Luka Bakar

23 hari lalu

Viral Siswa SMP di Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

28 hari lalu

Pelaku Curas Ngaku Intel Polisi di Semarang Ditangkap, 1 Masih Buron

29 hari lalu

Polisi Gadungan Culik Penghuni Kos di Semarang, Rampas Motor dan Ponsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal