"Sesuai dengan instruksi PBNU, sebagai leading sector adalah Lazisnu. Semua elemen NU ikut berpesan serta, mulai Ansor, Fatayat, hingga Pagar Nusa. Ini bagian dari kesetiakawanan terhadap saudara kita di Lombok," ungkapnya.
Sesampainya di Lombok, kata dia, para relawan dan bantuan yang disalurkan oleh PWNU Jateng tersebut akan dikoordinasikan langsung dengan PWNU Lombok untuk ditempatkan di titik-titik yang membutuhkan.
"Kami berharap semua bisa terlaksana dengan baik karena ini diaudit juga oleh lembaga kami yang kredibel. Insyaallah, semuanya bisa tersalurkan dengan baik kepada korban bencana di Lombok," kata Muzammil.
Direktur NU Care-Lazisnu Jateng, M Mahsun mengatakan, sekarang ini penanganan bencana di Lombok sudah memasuki tahap recovery (pemulihan) sehingga dikirimkan relawan sesuai kualifikasi yang dibutuhkan. "Dari 20 relawan yang kami kirimkan kali ini, ada relawan untuk tenaga medis, trauma healing, kemudian juga anggota Banser yang memiliki keahlian tukang batu, tukang kayu, dan sebagainya," katanya.
Dia mengharapkan, tim relawan bisa membantu seoptimal mungkin masyarakat yang menjadi korban bencana, seperti memperbaiki rumah, rumah ibadah, dan mushalla yang hancur karena gempa bumi. "Untuk dana yang terhimpun, sementara ini mencapai Rp1.196.582.200, dan ini masih akan terus bertambah karena penggalangan dana terus dilakukan dari unsur-unsur NU di wilayah Jateng," katanya.
Kebutuhan untuk para korban bencana, kata dia, juga sudah dibelanjakan dan bisa segera disalurkan bersamaan dengan kedatangan tim relawan di Lombok yang akan terus dilanjutkan tim-tim berikutnya.
"Kalau dari PWNU Jateng ini tim kedua. Tim pertama ada tujuh orang. Tetapi dari PCNU sudah ada yang berangkat lebih dulu, seperti dari PCNU Kudus sebanyak delapan relawan, PCNU Kendal ada 10 relawan," kata Mahsun.