Puluhan Warga Demak Jadi Korban Penyanderaan di Tembagapura

Sukmawijaya
Siti Mujaidah, istri korban penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Tembagapura, Papua, melaporkan kondisinya ke Balai Desa Kedondong bersama dengan puluhan istri korban lainnya. (foto:iNews/Sukmawijaya)

DEMAK, iNews.id - Hampir tiga minggu lamanya, Siti Mujaidah (24 tahun) harap-harap cemas. Bagaimana tidak, sang suami, Matias Widiohananto (26 tahun) jadi salah satu korban penyanderaan di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Barat. Warga Desa Kedondong, Kabupaten Demak, Jawa Tengah ini pun mengadu ke Balai Desa, Jumat (10/11/2017).

Siti Mujaidah ternyata tak sendiri, di Desa Kedondong ada puluhan istri korban penyanderaan di Tembagapura itu. Para warga Desa Kedondong berada di Tembagapura untuk bekerja sebagai penambang liar di Sungai Kali. Sejak tiga minggu lalu, sedikitnya 34 orang warga Desa Kedondong ikut menjadi korban penyanderaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura.

Mujaidah mengaku dirinya masih sempat berhubungan dengan suaminya melalui sambungan ponsel pada Jumat pagi. Namun mendadak nomor ponsel milik suaminya tersebut tidak bisa dihubungi kembali. Ia pun semakin khawatir dengan kondisi suaminya di sana.

 
Dalam pembicaraan singkat itu, suami Mujaidah sempat mengabarkan bahwa dirinya bersama ribuan korban penyanderaan dalam kondisi baik. Walaupun tak mendapatkan kekerasaan fisik, para korban penculikan mengaku sempat terguncang.

Mujaidah bercerita, suaminya sempat membuang ponselnya ke semak-semak saat hari pertama penyanderaan di Desa Kimbely dan Desa Banti, Tembagapura itu. Korban tak berani melawan dan menuruti perintah penyandera karena para pelaku penyanderaan itu bersenjata api.

“Suami saya dilarang berkeliaran di lingkungan desa, kecuali membeli makan di warung. Setiap malam uang saku sama hp-nya diperiksa sama penyandera,” ujarnya.   

Mendengar kondisi suaminya, Siti Mujaidah hanya bisa berharap kabar ini dapat disampaikan ke publik. Usai mengadu ke balai desa, keluarga korban penyanderaan berharap pemerintah segera merampungkan persoalan tersebut. “Kita hanya berharap semua keluarga di sana selamat dan bisa pulang segera,” pungkas Mujaidah.  

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

57 tahun lalu

Pengamat Militer Bongkar Alasan KKB Selalu Serang Pekerja Proyek dan Guru di Papua 

57 tahun lalu

20 Orang Tewas di Papua, Menteri HAM: Butuh Keputusan Politik Tingkat Tinggi Atasi Konflik

57 tahun lalu

Mencekam! OPM Serang Warga Tembagapura, Anak Perempuan Tewas Ditembak

57 tahun lalu

Gempa Terkini Guncang Keerom Papua, Cek Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal