Puluhan Spanduk Lockdown di Yogyakarta Diturunkan Pengurus RT

Kuntadi
Antara
Warga Mlati, Kota Yogyakarta memasang spanduk bertuliskan Mlati Tidak lockdown Salam Sehat. (Foto: Instagram)

“Kami memahami reaksi pimpinan masyarakat di wilayah yang merasa perlu memberikan perlindungan kepada warganya, tetapi setelah mendapatkan penjelasan dengan benar, mereka dapat memahami dan berkomitmen mengawal warga yang baru datang atau mudik untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas,” katanya.

Heroe juga kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat selalu berpikir jernih dan tidak panik dalam menghadapi penyebaran COVID-19. “Setiap kota dan wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Kemampuan mereka pun berbeda-beda, begitu pula dengan masyararkatnya pun memiliki sikap yang tidak sama,” katanya.

Menurut Heroe, keputusan melakukan “lockdown“ atau penutupan wilayah perlu didasarkan pada banyak pertimbangan, seperti kondisi dan kesiapan masyarakat untuk tetap bediam diri di rumah, pemenuhan logistik, hingga dana yang dimiliki pemerintah untuk memenuhi kebutuhan logistik saat dilakukan lockdown.

Sementara itu, selain melapor ke RT/RW dan memeriksakan kesehatan di puskesmas, warga yang baru mudik ke Yogyakarta juga diminta mematuhi aturan melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari.

Sepanjang Maret, sudah ada sekitar 9.000 warga yang memeriksakan diri ke puskesmas. Penyemprotan lingkungan dengan disinfektan pun terus dilakukan. “Hingga saat ini, sudah hampir 75 persen wilayah Kota Yogyakarta, khususnya di kampung-kampung sudah disemprot dengan disinfektan,” katanya.

Selain itu, hampir semua pertokoan, pasar, dan tempat publik menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. “Ini adalah bentuk kebersamaan warga di Kota Yogyakarta. Harus tetap saling menjaga dan melindungi di tengah pandemi Corona,” katanya.

Hingga Minggu (29/3/2020) pukul 16.00 WIB, total pasien dalam pengawasan di DIY yang sudah diperiksa sebanyak 175 orang, dan sebanyak 40 di antaranya dinyatakan negatif COVID-19, 19 positif COVID-19 (satu sembuh, tiga meninggal dunia), dan masih dalam proses uji laboratorium sebanyak 116 orang dengan empat di antaranya meninggal dunia.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Waktu Buka Puasa Arafah Jogja Hari Ini 26 Mei 2026, Lengkap Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Tarwiyah di Jogja Hari Ini 25 Mei 2026, Lengkap dengan Doanya

57 tahun lalu

Tak Kuat Tahan Emosi, Warga Corat-Coret Daycare Penyiksa Anak di Jogja

57 tahun lalu

Menteri PPA Sebut Kekerasan di Daycare Jogja Pelanggaran HAM Serius

57 tahun lalu

Kesaksian Warga Jogja soal Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal