Puluhan Santri Ma'had Tahfizhul Quran As Surkati Salatiga Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Angga Rosa
Salah seorang santri Ma"had Tahfizhul Quran As Surkati Salatiga saat mendonorkan darahnya. Foto: Ist.

Setelah proses awal itu, donor plasma dilakukan rutin setiap bulan. Donor plasma konvalesen sedikit berbeda dengan donor darah biasa. Dibutuhkan waktu lebih lama, yakni kisaran 50-60 menit untuk mengambil. 

"Di luar yang rutin, jika memungkinkan memang kami membantu personal yang membutuhkan. Jumlahnya cukup banyak, hingga ratusan per hari," ucapnya.

Semua permintaan donor darah diarahkan ke PMI agar terkoordinasi dengan baik. Dia sendiri sudah lima kali mendonorkan darahnya. 

"Ini kami lakukan atas dasar murni kemanusiaan. Tidak ada faktor ekonomi. Inilah yang disebut ada hikmah yang datang setelah musibah," ucapnya.

Dokter Nunung Setyowati yang menangani kasus Covid-19 di Ma'had As Surkati Salatiga memberikan apresiasi atas kesediaan keluarga besar ponpes tersebut menjadi pendonor darah plasma secara rutin. 

"Ini bisa ditiru para penyintas lainnya agar mau berbagi kepada sesama," ucapnya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran 3 Santri di Ponpes Lombok Tengah, 1 Korban Tewas

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Bidik Basis Santri Jawa Timur, Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW

57 tahun lalu

Santri Ponpes di Pelalawan Kritis Dianiaya Kakak Kelas, Diduga Perkara Nonton Film di HP

57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang Kampung Domas Salatiga, 4 Rumah Warga Terdampak Kerusakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal