"Inilah yang harus kita tonjolkan pada dunia. Bank kedelai menjadi program belajar yang bermakna unutk siswa agar mereka juga dapat menjadi duta pangan, misalnya,” katanya lagi.
Bank kedelai memberikan pengalaman belajar kepada siswa yaitu sekolah hijau atau green school dan pembelajaran kontekstual terintegrasi. Konsep ini dikembangkan SMA Pradita Dirgantara, meski dalam situasi pandemi.
Sementara itu, guru biologi Denny M Fajar menuturkan program bank kedelai ini dijalankan masih secara daring. Awalnya, guru memberikan arahan tentang apa yang harus dilakukan siswa, mulai dari proses penentuan bibit, penanaman, hingga panen. Setiap minggu siswa diwajibkan untuk melaporkan data kepada guru koordinator hingga akhirnya proses sosialisasi proyek dilaksanakan.
“Ini mengajarkan kepada siswa untuk menerapkan green school di rumah mereka. Mereka belajar tentang pertanian. Mereka akan belajar menjadi peneliti sekaligus menjadi seorang petani," kata Denny.
Sebelumnya, SMA Pradita Dirgantara telah menerapkan sistem green school dan pembelajaran kontekstual terintegrasi sejak awal berdiri pada tahun 2018 dan ditandai dengan penanaman pohon oleh almarhum BJ Habibie. Adapun integrasi pembelajaran kontekstual tampak dalam beberapa mata pelajaran.
Program ini dinilai berhasil karena siswa dapat menanam kedelai dengan baik. Mereka juga mendapatkan pembelajaran komprehensif dari kegiatan tersebut.
"Program ini membuat saya lebih mengenal alam karena sebelumnya saya lebih nyaman dengan urusan teknologi. Jadi, ini program yang bagus untuk masa depan kita, ” kata Nimas Putri Larasati, siswa SMA Pradita Dirgantara.