Presiden juga mengajak GP Ansor untuk menjaga marwah ulama dan NKRI, menjaga keislaman dan keindonesiaan dalam satu tarikan napas.
"Jangan pernah jauh dari para kiai dan ulama dalam berkehidupan. Dalam mengikuti kemuliaan nabi, insyaallah bangsa kita akan terus maju dalam pekerjaan bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang baldatun thoyibatun warobbun Ghofur. Maju dalam. Pekerjaan berat kita untuk menjadikan negara berkeadilan sosial," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, GP Ansor telah mengakhiri perjalanan Kirab Satu Negeri selama 41 hari mulai Pulau Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
"85 pataka Merah Putih menjadi bukti sebagai dialog kebangsaan, ziarah dan penanaman pohon serta bakti sosial dengan pengobatan bendera mulai persawahan, gunung hingga dari dalam lautan Pulau Raja Ampat," katanya.
Kirab Satu Negeri juga mencatatkan dua rekor Muri, yakni pengibaran Bendera Merah Putih terpanjang di Papua dan rekor menjahit bendera terpanjang di Bengkulu.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini, Kirab Satu Negeri GP Ansor merupakan konsensus dalam merawat NKRI. "Kita tentu paham dengan mulai adanya sekelompok yang ingin mengubah Pancasila dan UUD" katanya.
Gus Yaqut mengungkapkan keprihatinannya dengan konflik-konflik di Timur Tengah yang dipicu agama khususnya agama Islam. Apalagi, pengaruhnya mulai masuk Indonesia. Karena itu GP Ansor selalu menolak pihak pihak yang mengklaim kebenaran sepihak.