Untuk itu, pihaknya meminta perlu adanya evaluasi transparan apa yang dicapai dari penerapan PPKM selama 14 hari. "Kalau boleh jujur kita tidak tahu apa hasil yang dicapai dari PPKM selama 14 hari. Karena PPKM itu diberlakukan dari kondisi sebelumnya yakni dampak dari liburan akhir tahun," kata dia.
Bahkan Juliyatmono secara blak-blakan menyebut PPKM hanya efektif sebatas untuk show kampanye pemerintah pada masyarakat bahwa virus Covid-19 sudah merajalela dan banyak memakan korban. Untuk itu masyarakat agar waspada.
"Efektifnya PPKM ya sebatas itu saja show masif kampanye. Sementara faktual para rakyat kecil disatu sisi susah ekonomi drop," ujarnya.