"Dari saksi tersebut, kami berhasil mengungkap pelaku pelemparan bom molotov tersebut," katanya.
Dari pengakuan tersangka, mereka berdua sering berpindah-pindah tempat untuk menghindari kejaran polisi. Mereka juga sempat melawan petugas, karena itu keduanya pun dilumpuhkan.
Dia mengatakan, motif pelemparan molotov di dua tempat berbeda itu, karena masalah dendam. Selain itu, mereka juga sedang dalam pengaruh alkohol.
"Tersangka Rohman menjadi inisiator pelemparan molotov ini, karena sakit hati adiknya pernah ditilang anggota Satlantas Polres Magelang Kota," ujar dia.
Kemudian motif pelemparan bom molotov ke rumah dinas ketua DPRD, yakni pernah ada perselisihan dengan keluarga. Namun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.