"Ibu saya menderita sakit dan kesulitan untuk berjalan selama 4 tahun, karena tidak adanya kendaraan di rumah, itu membuatnya kesulitan untuk menuju pusat kesehatan setempat," kata Suprapto.
Sementara itu, seorang bidan Desa Penadaran Ruki juga mengaku sangat terbantu dengan adanya kendaraan operasional darurat ini karena mobil ambulan yang disediakan tidak bisa menjangkau jalan yang sempit. Selain itu, jika melakukan penjemputan di rumah pasien maka harus memakan waktu yang cukup lama.
Selain untuk antar jemput pasien, sepeda motor siaga ini juga sering digunakan untuk meringankan warga untuk menyalurkan bantuan sembako menuju rumah masing-masing. Bripda Hadi mengaku terinspirasi motor siaga ini setelah melihat sebuah motor yang sudah dimodifikasi menjadi becak melalui media sosial.
"Motor siaga ini hanya digunakan di dalam lingkup desa saja dan tidak digunakan untuk antar jemput di luar Desa Penadaran," katanya.
Modifikasi motor tua ini sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Proses pembuatan motor siaga ini memakan waktu selama sebulan dengan menggunakan gajinya sebagai anggota kepolisian.