Dia juga mengatakan, pihak agen tidak memungut biaya pendaftaran. Namun jika sudah mendapatkan gaji sebesar 300 dolar, baru akan dipotong separuhnya selama empat bulan untuk mengganti biaya pelatihan, paspor hingga pemberangkatan.
"Saya masih tetap ingin melaut, enggak khawatir. Kan itu semua sudah ada yang mengatur," kata Andika.
Selama di mess, para calon ABK mendapatkan jatah makan sehari tiga kali. Di mess juga terdapat simulator alat penangkapan ikan. Sayangnya, petugas Disnakerin Tegal tidak berhasil menemui pengelola agen karena kantor dalam kondisi tutup.
Sementara itu Lurah Tegal Sari Rusbandi mengatakan, agen penyalur tki PT LPB mengontrak rumah milik Wasto warga setempat sejak tahun 2018 lalu. Namun pihaknya tidak mengetahui aktivitas mess tersebut.
Pihak agen hanya mengurus surat keterangan domisili usaha. Saat di cek terdapat 25 kamar ABK yang bisa menampung 50 orang.
"Jadi hasil laporan dia menyewa rumah Wasto. Tertera sejak tahun 2018 messnya," ucapnya.
Sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka agen penyalur TKI dengan dugaan tindak pidana perdagangan orang. Mereka yakni F dari agen PT LPB di Tegal, W agen APJ di Bekasi dan J Agen penyalur TKI PT SMG di Pemalang.