5 Fakta Pertempuran Lima Hari di Semarang, Kronologi hingga Tokoh

Ratu Syra Quirinno
Tugu Muda sebagai Monumen Pertempuran Lima Hari di Semarang (Foto: Instagram@snbayu_)

Saat akan dipindahkan ke Semarang, mereka melarikan diri dari pengawalan. Ratusan bekas serdadu Jepang tersebut melakukan perlawanan dan kabur ke daerah Jatingaleh. Di sana, mereka bergabung dengan pasukan batalion Kidobutai yang dipimpin oleh Mayor Kido.

2. Kronologi Peristiwa

Upaya penentangan dari para mantan prajurit Jepang mulai terlihat di Semarang. Mereka bergerak melakukan perlawanan dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang yang ditawan.

Kedatangan mereka ternyata disambut oleh angkatan muda Semarang dengan dukungan TKR. Pertempuran pun terjadi selama lima hari antara kedua pihak. Ternyata, Kidobutai juga didampingi oleh pasukan Jepang lain di bawah pimpinan Jenderal Nakamura.

Perang ini terjadi di empat titik di Semarang, yakni daerah Kintelan, Pandanaran, Jombang, dan di depan Lawang Sewu (Simpang Lima). Lokasi konflik yang disebut banyak menelan korban dan berdurasi paling lama adalah di Simpang Lima atau yang kini disebut daerah Tugu Muda.

3. Tokoh-tokoh Peristiwa

  • Wongsonegero adalah Gubernur Jawa Tengah yang sempat ditahan oleh Jepang.
  • Sukaryo dan Sudanco Mirza Sidharta, keduanya adalah tokoh Indonesia yang ditangkap oleh Jepang bersama Mr. Wongsonegoro.
  • Jenderal Nakamura adalah perwira tinggi yang ditangkap oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat) di Magelang.
  • Mayor Kido merupakan Pemimpin Kido Butai, beliau adalah pimpinan Batalion Kido Butai yang berpusat di Jatingaleh.
  • Kariadi adalah dokter yang akan memeriksa cadangan air minum di daerah Candi yang kabarnya telah diracuni oleh Jepang. Beliau merupakan Kepala Laboratorium Dinas Pusat Purusara.
  • Soenarti adalah istri dr. Kariadi.
  • Kasman Singodimejo adalah perwakilan Indonesia pada perundingan gencatan senjata.

4. Peninggalan / Monumen Tugu Muda

Tugu Muda (Foto: dok Pemkot Semarang)

Untuk memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang, dibangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan. Tugu Muda ini dibangun pada 10 November 1950. Diresmikan oleh Presiden Ir. Soekarno pada 20 Mei 1953. Bangunan ini terletak di kawasan pertempuran lima hari di Semarang, yaitu di pertemuan antara Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Pandanaran dengan Lawang Sewu. Selain pembangunan Tugu Muda, nama dr. Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karyawan Minimarket di Jombang Demo Tolak Penghapusan Upah Lembur Hari Libur Nasional

57 tahun lalu

Toko Grosir di Jombang Terbakar Hebat Dilempar Molotov oleh OTK, Polisi Periksa CCTV

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Jombang, Pelaku Cemburu Wanita Disukainya Didekati Korban

57 tahun lalu

Ditangkap, Pembunuh Pria yang Jasadnya Ditemukan di Sungai Jombang Ternyata Tetangga Korban

57 tahun lalu

Terungkap Identitas Pria Korban Pembunuhan Ditemukan di Sungai Jombang, Warga Kediri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal