Menurut Junaedi, verifikasi pemilih dalam pilkades e-voting ini dapat memangkas waktu dan hemat biaya karena tidak perlu pengadaan kertas surat suara. “Selain itu, lebih praktis dan hemat waktu serta biaya,” tandasnya.
Sejumlah warga mengapresiasi upaya pemerintah menggunakan teknologi ini dalam pilkades. Terlebih, tingkat partisipasi pemilih meningkat hingga 70 persen.
“Kami menyambut baik pilkades dengan sistem e-voting ini. Selain lebih mudah dan hemat, juga lebih efektif dan meringkas waktu. Tak ada kertas suara, karena sudah disediakan layar monitor sentuh tangan dan hasilnya bisa langsung diketahui,” tandasnya.