“Walaupun kita tidak selantang pahlawan bangsa dan lari kita tidak sekencang para pemuda di masa lalu, tapi nyali kita semangat kita, komitmen kita tidak boleh kalah dengan para pendahulu,” katanya.
Hendi juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Semarang untuk selalu bergotong-royong dan menguatkan satu dengan yang lain agar tercipta Kariadi-Kariadi serta Wonosegoro-Wonosegoro muda yang baru.
“Lahirlah pemuda-pemuda pejuang sebagai harapan baru menyongsong Semarang semakin hebat, Jateng semakin Gayeng dan Indonesia semakin maju,” ujar Hendi.
Sebagai informasi, pertempuran lima hari di Semarang berlangsung pada 15-19 Oktober 1945, dipicu akibat pemberontakan 400 orang veteran Angkatan Laut Jepang yang melarikan diri dengan menyerang polisi Indonesia pada saat melakukan pengawalan proses pemindahan tawanan ke Semarang dan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh di bawah pimpinan Mayor Kido.