"Grebeg sudah dilaksanakan sejak era Demak sampai sekarang dan telah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya tak benda garda peringkat nasional," ujarnya, Selasa (18/6/2024).
Gusti Dipo menjelaskan, pelaksanaan grebeg besar kali ini tercermin tiga hal yakni pelestarian, pengembangan dan inovasi baru, namun, tidak menghilangkan inti pelaksanaan yaitu sebagai wujud syukur kepada Allah karena selalu diberi berkah, Rahmat, hidayah serta Inayah.
"Inovasi baru kaitannya dengan atraksi budaya misalnya prosesi, prajurit, dan iring-iringan dari keraton Surakarta ke Masjid Agung," katanya.
Seorang wisatawan asal Kota Semarang Dwi Utami (29) mengaku sengaja datang untuk mengikuti kegiatan Grebeg Besar Keraton Kasunanan. Dia berharap wawasannya bertambah serta ikut melestarikan budaya.
"Karena ada liburan, kemarin lihat di Instagram ada acara itu. Jadinya sekalian liburan, cari ilmu dan melestarikan budaya," ucapnya.
Dikutip dari akun Instagram resmi Keraton Solo yakni @keraton_solo, sebelum menggelar 'Gregeg Besar', Keraton juga menggelar Jamasan Kanjeng Nyai Setomi dan Wilujengan Malem Bakda Besar sebagai rangakaian peringatan Idul Adha.