Tak disangka, sejumlah penonton mendadak kejang turut kesurupan. Mereka menjerit lari masuk ke arena bersama para penari. kondisi ini membuat para penonton yang didominasi emak-emak kian riuh. Mereka percaya pertunjukan itu aman di bawah kendali sang pawang.
“Pentas kuda lumping digelar untuk melestarikan budaya warisan leluhur agar tak punah,” kata Ervin Evendi, panitia penyelenggara.
“Kegiatan ini yang digagas para penggiat seni tradisional ini juga sekaligus sebagai dukungan kepada Ganjar Pranowo untuk maju dalam Pilpres 2024,” ujarnya.