"Banyak usulan kegiatan dari pengurus dan masyarakat yang perlu dilaksanakan segera," ujarnya.
Dia menyebutkan, anggaran yang terkumpul sebagian akan digunakan untuk keperluan operasional masjid. Setiap bulan, MBZ harus mengeluarkan sekira Rp1 miliar untuk operasional.
"Iya kurang lebih segitu (biaya operasional Rp1 miliar per bulan). Untuk saat ini, kami masih dibackup oleh UEA," ujarnya.
Terpisah, Wali Kota SoloGibran Rakabuming Raka mengatakan, program infak, sedekah dan zakat yang mulai diterapkan itu adalah untuk membuat MBZ lebih mandiri. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk perawatan dan pegawai masjid cukup besar.
"Bukan dihentikan, kami kalau mau minta bantuan apa pun pasti akan diberikan, wong itu juga dari mereka. Kami ingin mandiri, tidak ketergantungan dengan UEA, karena nanti UEA akan membantu dibidang lain juga, misal rumah sakit, hibah kemarin. Biar UEA tidak fokus di masjid saja, tapi bidang-bidang lain, biar masjidnya mandiri," kata Gibran.