Rumah Wagiman pun ramai dikunjungi. Banyak warga dari luar desa dan daerah berdatangan untuk memastikan kabar keanehan rumah itu dan sekaligus melihat sosok Waguman. Hingga Kamis (9/7/2020), masih banyak warga berdatangan untuk melihat langsung rumah Wagiman dan mendengar ceritanya saat memindakan rumah tersebut.
Kepala Dusun Desa Mengger, Sudadi, menjadi salah satu warga yang tidak habis pikir dengan rumah yang berpindah itu. Sedianya ketinggian rumah tersebut sama dengan rumah-rumah lainya.
Namun yang aneh, dalam satu malam, rumah Wagiman lebih tinggi dan sudah terletak di atas fondasi yang disiapkan. Sebanyak 20 tiang penyangga rumah Wagiman telah berada di titik pondasi setinggi 1,3 meter dan tanpa mengalami kerusakan sedikit pun.
“Memang fondasi bangunan sudah seperti ini, sudah jadi. Yang jadi pertanyaan orang-orang banyak, fondasi rumah naik dari kedalaman 1,30 meter dan itu hanya dikerjakan satu orang. Jadi awalnya fondasi rumah di bawah, tiba-tiba kondisinya udah naik sampai 1,3 meter dan bergeser 60 sentimeter,” kata Sudadi.
Sudadi mengatakan, yang lebih mengejutkan, pemilik memindahkannya tidak sampai semalam. Bahkan, hanya hitungan 1 jam lebih. “Jadi jam 11 malam pemiliknya masuk sini, jam 1 kurang dia udah kembali ke tempat tidur. Hanya 1 jam lebih, ga sampai 1,5 jam dia naikin 20 fondasi rumahnya. Sebelumnya rumahnya masih sama dengan rumah lain. Istilahnya serinya sama,” kata Sudadi.