Dia mengatakan, dari keterangan para saksi, korban saat latihan silat, sempat menerima tendangan dan pukulan dari salah satu pelatih berinisial S. Korban mengalami kejang-kejang dan oleh pelatih lainnya, korban langsung dibawa ke puskesmas.
"Saat perjalanan ke puskesmas, korban sempat kejang-kejang sebelum akhirnya tak bergerak lagi. Sesampainya di puskesmas, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.
Untuk melengkapi pemeriksaan, kata dia, saat ini tengah dilakukan autopsi oleh Tim Forensik Polda Jateng. Autopsi ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi proses pemeriksaan dan penyelidikan.
"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan jenazah oleh tim forensik dari polri. Proses autopsi sedang dilaksanakan sehingga nanti jelas penyebab kematian dari korban," ujar Kompol Purbo.
Dia mengatakan dari keterangan sementara dari saksi, belum diketahui korban mendapatkan berapa kali pukulan. Dari semua keterangan para saksi, ungkap Purbo, pukulan itu dilakukan sebagai bagian bentuk penguatan. Dan setelah pemukulan sebagai penutup dilakukan tendangan.