Pemuda asal Semarang Kena Tipu hingga Rp15 Juta saat Transaksi Online

Eka Setiawan
Ilustrasi penipuan online yang dialami pemuda di Kota Semarang. (Foto: ist)

SEMARANG, iNews.idSeorang pemuda berinisial A (26) asal Kota Semarang menjadi korban penipuan saat transaksi online. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian hingga Rp15 juta.

Ditemui di Subdirektorat Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, A menuturkan, peristiwa itu terjadi Selasa (27/2/2024) siang. 

Saat itu, dia memesan celana pendek lewat salah satu platform e-commerce. A kemudian hendak mengubah alamat kirim yang sebelumnya dia tuliskan.    

Dia kemudian browsing di Google, hingga didapat alamat dan nomor telepon. Setelah itu, A diarahkan menghubungi admin lainnya dengan alasan prosedur sistem.

Namun, ternyata data pribadinya dipakai komplotan pelaku penipuan untuk meminjam uang dari berbagai aplikasi jual beli maupun layanan pinjaman online. Angkanya mencapai sekitar Rp15juta.

“Saya kira itu betul dan prosedurnya seperti itu,” kata A di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng, Kota Semarang, Rabu (28/2/2024).  

 Dia menuturkan, operator telepon itu lantas memandunya untuk membuka aplikasi fitur pinjaman online dan diarahkan untuk pinjam Rp4,5juta.

Tanpa curiga, A pun mengikuti permintaan operator tersebut. Setelah cair ke rekeningnya kemudian diminta mengirim ke e-commerce melalui virtual account yang dikirimkan.  

“Saya juga diminta scan barcode jumlahnya Rp4.529.000,” ucap warga Plamongan, Kota Semarang itu.  

Tak sampai di situ, dia juga diminta untuk bayar listrik dan pulsa lewat Paylater, totalnya Rp3,5juta. Orang di balik telepon juga meminta dia mendownload aplikasi pinjaman online dan meminta mencairkan dana Rp2,4juta yang kemudian dikirimkan sesuai arahan pelaku.

“Saya sempat diminta kirim foto KTP, saya kirim karena pikir itu resmi,” ucapnya.  

Orang di balik telepon itu terus mengarahkan untuk ke nomor-nomor yang lain. Akhirnya, dia yang kesal, mengakhiri pembicaraan di telepon itu. Dia kemudian mencari tahu admin lainnya kemudian menghubungi. Dia sempat mengirimkan foto yang dikirim pelaku yang diakui sebagai identitasnya bekerja.

“Tapi dari admin e-commerce mengatakan tidak ada karyawan tersebut, juga mengatakan kalau pelayanan tidak ada biaya,” bebernya.  

Merasa telah ditipu, A lantas melaporkan kasus itu ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Sebab, dia khawatir nantinya ada tagihan-tagihan lain.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kecelakaan di Semarang, Truk Boks Meluncur di Tanjakan Silayur Tabrak SPBU

57 tahun lalu

Bandar Sabu di Semarang Ditangkap, Polisi Sita 9 Paket Sabu

57 tahun lalu

Modal Kain Kafan, Dukun Palsu Lulusan SD di Kendal Tipu Karyawan BUMN Rp120 Juta

57 tahun lalu

May Day! Polda Jateng Kerahkan 1.133 Personel Amankan Demo Buruh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal