“Teknisnya nanti warga mengumpulkan sampah, lalu mengklik aplikasi Yowaste, kemudian petugas akan datang untuk menimbang sampah dan akan ditransfer berdasarkan nilai sampah tersebut,” ujarnya.
Asip menuturkan, untuk tahap pertama sampah yang akan dikelola yakni sampah plastik dan kardus. “Ada kriteria sampah yang bisa dikelola di aplikasi Yowaste,” ucapnya.
Bupati menambahkan, Pemkab pekalongan sudah mempunyai road map atau peta jalan untuk mendukung aksi Indonesia bebas sampah pada tahun 2025.
“Sampah kita setiap hari sejumlah 700 ton, dengan 30 persennya adalah sampah plastik dan sampah ini akan kita kelola dengan baik,” tuturnya.
Melalui program ini, lanjut Asip, menjadi bukti bahwa Kota Santri mampu menjalankan amanat nasional berkaitan Indonesia bebas sampah, khususnya sampah plastik.