Ia berharap para guru lebih banyak memberikan tugas terhadap muridnya. Berbeda ketika ada kegiatan semesteran, maka diperbolehkan masuk sekolah dengan cara dibagi dua sesi dengan jumlah murid yang tidak banyak untuk setiap sesinya.
"Para siswa yang masuk sekolah juga wajib didampingi orang tua agar tidak ada siswa bermain ke tempat lain karena harus langsung pulang ke rumah," ujarnya.
Terkait dengan orientasi siswa, bisa dilakukan bersamaan daftar ulang dengan tetap didampingi orang tua. Namun, jangan bergerombol dan harus tetap mempertimbangkan jarak dengan orang lain serta memakai masker.
Sementara itu, pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Harjuna Widada mengungkapkan semua sekolah dari jenjang SD dan SMP di Kudus sudah menyiapkan sarana dan prasarana menuju tatanan kehidupan baru. Di antaranya, menyiapkan tempat untuk mencuci tangan memakai sabun serta menerapkan kegiatan belajar di sekolah dengan berjarak, serta alat pengukur suhu tubuh.
"Ketika siswa masuk sekolah, selain harus memakai masker juga sudah disiapkan skemanya dengan dijadwalkan," ujarnya.
Misal, siswa kelas VII terdiri 30 anak, maka 15 anak akan dijadwalkan masuk selama tiga hari mulai Senin, Selasa dan Rabu. Sedangkan sisanya dijadwalkan masuk hari berikutnya, yakni Kamis, Jumat dan Sabtu. Terkait jadwal masuk sekolah, kata dia, hingga kini belum ada edaran karena masih menunggu Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19.