Dari keterangan pihak rumah sakit, pasien M sudah menjalani perawatan sejak tujuh hari lalu. M mengalami sesak napas seperti gejala terpapar Covid-19. Korban sempat menjalani tes swab pada hari Senin lalu, namun belum diketahui hasilnya.
Pihak rumah sakit menduga depresi hingga rindu ingin pulang melatarbelakangi korban terjun dari lantai tiga. Korban sering mengeluh jenuh dan ingin pulang.
“Beliau memang jenuh dan pengen pulang. Padahal kondisinya belum memungkinkan untuk pulang karena kondisinya masih sesak napas, masih pakai oksigen,” ujarnya.
Lantaran pihak keluarga telah menerima kematian M, jenazah korban langsung dimakamkan pada Rabu dini hari dengan prosedur Covid-19. Kasus ini juga telah ditangani oleh pihak Kepolisian Resor Demak.
“Memang ada laporan kami terima PDP dari Sunan Kalijaga dan saat ini kami masih mendalami apa penyebab yang bersangkutan lompat dari rumah sakit tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Demak AKP Moh Fahrurruzy.
Kematian korban yang tragis menjadi perhatian warga. Apalagi kasus terpapar Covid-19 di Demak cukup tinggi hingga menembus angka 551 kasus.
Data dari Gugus Tugas Covid-19 Demak, daerah ini sudah masuk zona merah. Jumlah kematian akibat terpapar Covid-19 total telah mencapai 95 orang sedangkan yang sembuh 133 orang. Sementara yang masih dirawat serta isolasi mandiri tercatat ada 323 orang.