Pariwisata Ditutup, Begini Keluh Kesah Pedagang Barang Antik Pasar Triwindu Solo

Antara
Seorang pedagang barang antik saat sedang memeriksa dagangannya di Pasar Triwindu, Solo, Sabtu (21/8/2021). Foto: ANTARA/Bambang Dwi Marwoto.

Hal serupa dirasakan pedagang Pasar Triwindu lainnya, Nyonya Fausan yang sudah menutup toko selama tujuh bulan karena pandemi.

Perempuan yang berdagang barang antik sejak 1975 ini mengaku, dampak pariwisata ditutup sangat dirasakan para pedagang barang antik di Pasar Triwindu. Sebab tidak ada wisatawan yang mampir.

Menurut dia, barang antik yang dijual antara lain lampu hias peninggalan zaman penjajahan Belanda, piring zaman Jepang, uang kuno, dan sejumlah barang aksesoris lainnya. 

Sebelum pandemi, dirinya banyak menerima pesanan berupa batu mulia berlian dari pelanggannya asal Pulau Jawa dan luar Jawa hingga puluhan juta rupiah. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Didemo soal Penertiban, Bupati Sikka Lari Dikejar Pedagang Pasar Alok Maumere

57 tahun lalu

Pedagang Bersyukur Pasar di Aceh Tamiang Bergeliat usai Banjir: Ekonomi Kembali Bergerak

57 tahun lalu

Pedagang Kembang Api Tewas Ditabrak Mobil di Palangka Raya, Pengemudi Diduga Mabuk

57 tahun lalu

Kereta Khusus Petani-Pedagang Resmi Beroperasi di Jalur Rangkasbitung–Merak

57 tahun lalu

Sempat Buron, Pembunuh Pedagang Semangka di Kupang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal