Pariwisata Ditutup, Begini Keluh Kesah Pedagang Barang Antik Pasar Triwindu Solo
"Selama PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) sejak Juli 2021 buka tetapi dibatasi waktunya, sehingga hanya melayani pembeli dari lokal. Sedangkan wisatawan atau turis dari mancanegara sepi karena pariwisata masih ditutup," katanya.
Sebelum pandemi, banyak turis dari mancanegara yang datang ke pasar Triwindu mencari cenderamata. Bahkan ada yang mencari barang antik lampu peninggalan zaman Belanda yang harganya mulai Rp650 ribu per buah hingga Rp5 juta per buah tergantung ukurannya.
Lampu hias antik diproduksi asal Kabupaten Klaten dan piring peninggalan zaman Jepang bisa dijual mencapai Rp1 juta hingga Rp5 juta, tergantung keantikan dan ukurannya. Namun selama pandemi pariwisata tutup sehingga tidak ada wisatawan.
Kendati demikian, pihaknya berharap masa pandemi Covid-19 segera selesai dan perekonomian mulai menggeliat lagi semuanya bisa normal kembali.
"Kami menunggu dari pemerintah dan mudah-mudahan pandemi sudah berlalu dan eksis lagi. Semangat lagi bertemu dengan berbagai relasi baik dari Cirebon, Surabaya, Jawa Barat, dan Bali. Semua belum bisa masuk ke Solo," ucapnya.