MAGELANG, iNews.id – Panglima TNIMarsekal Hadi Tjahjanto mengatakan kekuatan militer menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi perkembangan tatanan dunia baru yang diwarnai dengan era revolusi industri. Sebab, permasalahan teknologi telah mengubah seluruh tatanan strategi militer maupun Polri.
“Perkembangan era revolusi industri ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para Taruna-Taruni Akademi Militer di masa kini,” kata Panglima TNI di hadapan para Taruna dan Taruni Tingkat Tiga pada acara makan siang bersama dalam rangka Reuni TNI-Polri Angkatan 1986 di Akademi Militer Magelang (Akmil), Jawa Tengah, Sabtu (15/9/2018).
Panglima TNI menyampaikan bahwa kehadiran para perwira TNI-Polri Angkatan 1986 di Akmil Magelang ini, selain melaksanakan reuni juga ingin berbagi pengetahuan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh para Taruna-Taruni di masa mendatang. “Tantangan yang kami hadapi di masa berbakti kami adalah Revolusi Industri 3.0 yang masih berlangsung sampai sekarang,” ujarnya.
Menurut Hadi Tjahjanto, kehadiran perwira TNI-Polri Angkatan 1986 juga dalam rangka mempersiapkan para Taruna-Taruni untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 termasuk tantangan geopolitik d imasa mendatang. “Hal ini bisa dihadapi apabila para perwira TNI-Polri terus bersinergi satu dengan yang lain,” tandasnya.
Di sisi lain, Panglima TNI menyampaikan bahwa Indonesia termasuk dalam wilayah Indo Pasifik sehingga memiliki peluang dan tantangan untuk menghadapi perubahan geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjalin kerja sama dengan negara lain baik hubungan bilateral maupun multilateral.