Panglima Santri: Pesantren Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia

Ahmad Antoni
Panglima Santri H Abdul Muhaimin Iskandar saat "Refleksi Hari Santri Nasional" di kediaman Habib Umar Al Muthohar, Pengasuh Pondok Pesantren Al Madinah Cepoko, Gunungpati, Semarang. (foto Ist)

Hadir dalam acara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sekaligus, Ketua DPP PKB Bidang Eksekutif dan Legislatif Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum PKB Bidang Pemenangan Pemilu Jazilul Fawaid, Ketua FPKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, hingga mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto serta Bendahara DPP Bambang Susanto

Kemudian, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PWNU Jateng KH M Muzammil, Ketua DPW PKB Jateng K H M Yusuf Chudlori. Sekretaris DPW PKB Jateng H Sukirman, Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng H Syarif Abdillah, dan para anggota Fraksi PKB DPRD juga hadir dalam acara tersebut.

Gus Muhaimin juga mengingatkan, santri juga harus disiplin dengan ilmu yang dipilih di bidang apapun. "Alhamdulillah, saat ini santri-santri yang ada sudah tersebar di berbagai bidang," jelasnya.

Dia menyebut, 22 Oktober yang saat ini diperingati sebagai Hari Santri merupakan tinta emas sejarah Indonesia. "Karenanya harus bisa kita kawal dengan baik. Saya minta kader tak boleh berhenti, untuk merayakan Hari Santri," katanya.

Habib Umar Al Muthohar dalam acara itu mengatakan, saat muncul Covid-19, masyarakat dihadapkan pada kesulitan ekonomi. Namun sejauh ini tidak ada aksi-aksi penjarahan di Indonesia. "Ini karena masyarakat punya iman yang terus ditanamkan para kiai-kiai. Memang tampak sepele, tapi punya peran besar," ujarnya.

Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh tak memungkiri, hadirnya UU Pesantren tak lepas dari kerja besar PKB. "Ini sebuah nikmat yang harus kita syukuri. Kita support PKB untuk terus berjuang membawa warga NU dan Nahdliyin dan bangsa Indonesia ini semakin berkah, dan lebih baik," katanya.

Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori mengatakan, kontribusi pesantren sejak pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan, hingga hari ini tak diragukan. "Saat muncul Covid-19, pesantren tetap eksis, bahkan jadi penyelamat pendidikan nasional, sebagai benteng akhlak generasi penerus bangsa," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

57 tahun lalu

Pesan Angela Tanoesoedibjo ke Kader Perindo Sulsel: Turun ke Masyarakat Bangun Ekonomi Bernilai Tambah

57 tahun lalu

Respons Menko Cak Imin soal Siswa SD di NTT Bunuh Diri gegara Tak Bisa Beli Pena

57 tahun lalu

Sejarah Pondok Pesantren Lirboyo dan Sosok KH Abdul Karim yang Lahirkan Ulama Besar

57 tahun lalu

Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Tuai Polemik, Cak Imin: yang Protes Apa Solusi Anda?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal