“Nanti bisa memberikan informasi bagaimana data intelijen kondisi saat ini di wilayah Jawa Tengah. Kemudian yang kedua kita juga ingin tahu bagaimana kondisi jaringan teroris internasional atau global, kemudian nasional dan khususnya nanti bagaimana di Jawa Tengah” kata Pangdam.
Sejalan dengan tema Membangun Kodam IV/Diponegoro yang adaptif guna mendukung tugas pokok TNI AD diharapkan para Dansat memahami potensi kekuatan kewilayahan, sehingga mampu diberdayakan untuk pencegahan dini, penangkal, penindak dan pemulih.
“Kemudian yang ke tiga saya juga ingin mendapatkan informasi detail bagaimana peredaran narkoba di wilayah Jawa Tengah karena apa, kondisi Covid-19. Peredaran narkoba bukan turun tetapi justru naik dan penangkapan - penangkapan yang dilakukan cukup signifikan dan ini butuh kerjasama kita semua ” katanya.
Pangdam berharap, setelah kembali kesatuan masing-masing bisa melakukan hal-hal yang menjadi atensi pimpinan. Menurutnya, koordinasi dalam penanganan terorisme dan peredaran narkoba bisa dilakukan dengan koordinasi dengan instansi strategis yang terkait langsung sehingga melalui kolaborasi para personel di lapangan bisa saling mengisi sehingga nantinya memberikan hasil operasi optimal.
Ia mengatakan, para Dansat harus memiliki kemampuan organisasi yang baik (well organized) agar satuan yang kelak dipimpin semakin baik. Kedua memiliki kemampuan yang baik dalam melatih anak buah (well trained/training) karena setiap anggota memiliki kemampuan dan latar belakang berbeda-beda.