“Di sisi lain, tanpa pandemi pun, anak dengan kebutuhan khusus masih kesulitan mendapatkan pendidik yang benar- benar paham dan mengerti apa kebutuhan mereka sesungguhnya,” katanya.
Dia menegaskan, perhatian bagi anak dengan kebutuhan khusus jangan sampai terabaikan di masa pandemi seperti sekarang ini, agar layanan pendidikan yang sudah mereka dapatkan dan karakter kemampuan yang telah terbentuk tidak ‘memudar’ atau bahkan ‘hilang’.
Mereka juga harus mendapatkan perhatian yang sama dengan anak- anak lainnya (yang lebih beruntung dari sisi fisik maupun kemampuan mental serta kognitifnya.
“Percayalah, tidak ada ‘produk gagal’ dari Tuhan, tinggal bagaimana kita semua peduli untuk bisa memenuhi kebutuhan dan menyelamatkan pendidikan mereka,” ujar fasilitator nasional untuk pendidikan inklusi ini.
Education Officer Program Pendidikan Inklusi LP Ma’arif PWNU Jateng, Miftahul Huda mengamini, pentingnya perhatian bagi ABK yang sedang menghadapi tantangan berat dalam mendapatkan layanan pendidikannya.