“Nanti kalau ada yang gak bisa beli masker atau lupa bawa kami siapkan untuk siswa. Kalau wacana masuk sif diberlakukan itu akan membantu kami karena gambaran yang kami miliki siswa dibatasi per kelas. Jadi bisa dipisah nanti pagi dan sore,” katanya dikutip dari Solopos.com, Selasa (2/6/2020).
Meskipun begitu, Sumarni menyimpan kekhawatiran soal penerapan new normal sekolah di Karanganyar. Ini lantaran pengawasan ketika jam istirahat sedikit sulit untuk siswa. Menurutnya, siswa bisa berpotensi tidak mengenakan masker ketika diluar jam pelajaran.
“Kami pastinya menerapkan aturan untuk terus menggunakan masker di dalam dan di luar kelas. Tapi kami tidak bisa terus mengawasi bagaimana mereka di luar kelas. Apakah akan dipakai terus atau tidak. Itu yang sedikit kami khawatirkan,” ucapnya.
Hal senada diucapkan Kepala Sekolah SMKN Jatipuro, Karanganyar Roesli. Dia menuturkan, pada Selasa (2/6/2020), sekolah menyelenggarakan ujian akhir semester. Mulai Jumat (5/1/2020), guru dan tata usaha sudah mulai masuk new normal di sekolah sehingga protokol kesehatan akan diberlakukan ketat.
“Ada pembagian rapor. Tapi sampai saat ini kami masih menerapkan sistem daring. Siswa juga masih belajar dari rumah,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemkab Karanganyar juga masih menunggu kebijakan pusat untuk menerapkan status new normal sektor pendidikan, khususnya sekolah. Untuk sekolah tingkat SD dan SMP, Pemkab Karanganyar masih berusaha mencari opsi terbaik untuk keamanan siswa di tengah wabah pandemi Covid-19.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Gembar-Gembor New Normal, Ini Kekhawatiran Sekolah Di Karanganyar"