Selama ini, nenek yang juga biasa dipanggil Mbah Khotim ini menumpang tinggal di rumah adiknya, di Jalan Jangli, Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Dari rumah ini setiap hari dia mengawali berangkat mengais rejeki menjajakan dagangan makanan ringan.
Dari hasil menjajakan makanan ringan tersebut, dia bisa membawa pulang Rp30.000-50.000 setiap harinya. Namun hasil kerja keras sang nenek telah dirampas oleh seorang yang tidak bertanggung jawab.
Nenek Khotim mengaku ikhlas dan pasrah atas apa yang telah dialami. Dia juga tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian.