Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, jenazah telah dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen guna menjalani autopsi. Polres Sragen juga menggandeng Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah dalam proses penyelidikan.
Selain mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi yang dianggap mengetahui situasi sebelum dan sesudah peristiwa terjadi.
Polisi menerapkan metode scientific crime investigation untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lokasi kejadian.
"Hasil olah TKP nantinya akan kami evaluasi melalui langkah scientific crime investigation. Kami juga menggandeng Biddokkes Polda Jateng dalam penanganan jenazah," ujar AKP Catur.
Hingga Sabtu (6/6/2026), aparat kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Hasil autopsi, pemeriksaan saksi, serta analisis barang bukti diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku dan motif di balik kematian tragis siswi SD yang menggemparkan warga Desa Dawung tersebut.