Setibanya di depan kantor pos setempat, korban tiba-tiba terjatuh karena lehernya terjerat benang layangan yang nglewer (terjuntai) di jalan. Menurut Agus, benang yang nglewer itu panjangnya sekitar 5 meter.
"Benang layangan nyangkut di kabel, waktu siang belum ada, tahu-tahu benangnya sudah di kabel. Korban dievakuasi pakai mobil pikap, berhentikan orang di jalan," kata Agus Apriyono.
Menurut Agus, korban terjatuh hingga motornya menabrak pagar kantor pos. Dia menerangkan korban sempat bangun dan berdiri untuk melepas benang layangan yang menjerat lehernya.
Tapi kemudian korban terjatuh lagi karena darah yang keluar dari tubuhnya banyak. Saat itu, korban sempat diajak komunikasi warga dan dia mengaku pekerja bengkel di dekat lapangan Mojosongo.
Agus menjelaskan senar yang menjerat leher korban ada dua jenis yang disambung menjadi satu. Satu jenis senar biasa dan lainnya senar gelasan warna putih. Agus mengaku berhasil memutus satu senar, sedangkan satu senar gelasan tajam sehingga tak bisa diputusnya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Pemuda Tewas Tersayat Benang Layangan Di Solo, Begini Kesaksian Warga"