Menurutnya, hal itu disebabkan nelayan selama ini mungkin masih mendapatkan BBM dengan harga Rp7.000 hingga Rp10.000 per liter "Hari ini (17/9), kita pastikan harganya (Solar) Rp6.800/liter. Memang Cilacap sebagai pilot project, nanti InsyaAllah kita akan kembangkan di beberapa daerah lain," katanya.
Tidak cukup di situ, pihaknya bersama Menteri Teten juga memastikan koperasi menjadi ujung tombak agar BBM bersubsidi tepat sasaran. Karena dengan koperasi, lanjutnya, berarti ada nama dan alamat serta ada sistem digitalnya.
"Jadi misalnya kalau ada yang membawa jeriken, enggak ada masalah, karena sudah ada datanya, barcode-nya, jadi kelihatan. Nah, ini yang kita jaga," jelas Erick Thohir.
Oleh karena itulah, pihaknya juga mendorong pembiayaan untuk nelayan. "Dari Pak Teten, koperasinya diberikan pembiayaan. Kami, dari BRI. Kita mendorong pembiayaan buat nelayannya," ujarnya.
Menurut dia, ibu-ibu nelayan pun tidak ditinggalkan karena bisa memperoleh penghasilan tambahan dengan mengolah hasil tangkapan untuk beragam olahan. "Ini juga PNM Mekaar hadir. Nah, ini yang kita lakukan tahap hari ini," tegasnya.