Kemunculan rumah-rumah mewah ini tergolong baru dan bisa dibilang serentak karena dibangun mulai tahun 2021.
Bahkan sampai saat ini masih ada dalam tahap pembangunan. Meski berada dalam satu ruas jalan, namun sebenarnya deretan rumah mewah ini berada di dua dusun. Yaitu dusun Winong, Desa Jatisawit, Jatiyoso dan Dusun Bondukuh, Desa Jatiroyo, Jatipuro.
Salah seorang warga penerima ganti untung proyek pembangunan waduk Jlantah Agus Supriyadi ini misalnya. Meski tidak menyebutkan berapa ganti untung yang di terimanya, namun dirinya bisa membeli tanah lagi.
Tak hanya membeli tanah di mana per meternya dia membeli dengan harga Rp600.000, namun dia pun bisa mendirikan rumah baru yang cukup mewah. Agus mengakui kalau dia menghabiskan uang hingga Rp1 miliar untuk mendirikan rumah dan membeli ukiran jati asli dari Jepara.
"Saya dulunya merantau berjualan bakso. Alhamdulillah sekarang saya bisa hijrah di kehidupan yang lebih baik. Dulu saya membeli tanah di sini itu per meternya masih murah. Yaitu Rp600.000, Tapi sekarang haranya sudah mahal, per meternya Rp1,1 juta. Tapi ini yang di pinggir jalan. Kalau yang di dalam itu harganya masih Rp300.000-400.000 per meternya," kata Agus seperti dilihat dari kanal YouTube Jejak Richard, Senin (4/7/2022)